Pengertian Sistem Terdistribusi
Sistem terdistribusi adalah sebuah model sistem komputer di mana komponen perangkat lunak dan perangkat keras yang tersebar di berbagai lokasi berkomunikasi dan berkoordinasi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Dalam sistem ini, beberapa komputer yang terhubung melalui jaringan bekerja bersama-sama untuk menjalankan tugas-tugas komputasi.
Karakteristik Utama Sistem Terdistribusi:
Desentralisasi: Tidak ada komputer pusat yang mengendalikan semua operasi. Tugas-tugas didistribusikan di antara beberapa mesin.
Transparansi: Pengguna atau aplikasi tidak perlu tahu lokasi fisik dari sumber daya atau komponen yang mereka akses. Ini mencakup transparansi akses, lokasi, migrasi, replikasi, dan kinerja.
Skalabilitas: Sistem dapat dengan mudah ditingkatkan kapasitasnya dengan menambah lebih banyak komputer ke dalam jaringan.
Keterkaitan dan Interoperabilitas: Komponen-komponen dalam sistem terdistribusi harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama meskipun mungkin berjalan pada platform atau sistem operasi yang berbeda.
Toleransi Kesalahan: Sistem terdistribusi biasanya dirancang untuk tetap beroperasi meskipun terjadi kegagalan pada beberapa komponennya. Ini dicapai melalui redundansi dan teknik pemulihan kesalahan.
Contoh Sistem Terdistribusi:
Internet: Jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer, memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi di seluruh dunia.
Sistem Berkas Terdistribusi (Distributed File Systems): Seperti Google File System (GFS) atau Hadoop Distributed File System (HDFS) yang memungkinkan penyimpanan data secara terdistribusi dan akses yang efisien.
Cloud Computing: Layanan komputasi awan seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform yang menyediakan sumber daya komputasi yang dapat diakses dari berbagai lokasi.
Blockchain: Teknologi di balik mata uang kripto seperti Bitcoin, di mana data transaksi disimpan di banyak komputer yang tersebar di seluruh dunia, membentuk suatu buku besar terdistribusi yang aman.
Manfaat Sistem Terdistribusi:
- Kinerja yang Lebih Baik: Dapat menangani beban kerja yang besar dengan memanfaatkan banyak mesin.
- Reliabilitas yang Tinggi: Redundansi dan toleransi kesalahan meningkatkan keandalan sistem.
- Fleksibilitas: Mudah diperluas dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan yang berubah.
- Biaya yang Efisien: Dapat menggunakan komponen hardware yang lebih murah dibandingkan dengan satu mesin superkomputer yang besar.
Dengan semua karakteristik dan manfaat tersebut, sistem terdistribusi memainkan peran penting dalam infrastruktur teknologi modern, mendukung berbagai aplikasi dari layanan web hingga analisis data skala besar.

Komentar
Posting Komentar